You are currently viewing Dekan dan Unsur Pimpinan FEBI UIN FAS Bengkulu Audiensi dengan Asosiasi AI Indonesia, Bahas Penguatan Kompetensi di Era AI

Dekan dan Unsur Pimpinan FEBI UIN FAS Bengkulu Audiensi dengan Asosiasi AI Indonesia, Bahas Penguatan Kompetensi di Era AI

BENGKULU – Dekan bersama seluruh unsur pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu mengikuti audiensi secara daring bersama Asosiasi AI Indonesia pada Selasa, 13 Oktober 2026. Audiensi ini membahas kegiatan bertema “Penguatan Kompetensi bagi Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis sesuai Kebutuhan Industri di Era AI.”

Kegiatan ini menjadi langkah strategis FEBI UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam menjajaki sinergi dengan Asosiasi AI Indonesia untuk mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa agar sesuai dengan kebutuhan dunia industri yang terus berkembang di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Dalam audiensi tersebut, dibahas pentingnya penguatan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi transformasi digital yang kini memengaruhi berbagai sektor, khususnya ekonomi dan bisnis. Perkembangan teknologi AI menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan digital, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan daya saing di dunia kerja.

Keterlibatan seluruh unsur pimpinan FEBI dalam audiensi ini mencerminkan komitmen fakultas untuk terus mengembangkan kualitas pendidikan melalui komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Sinergi tersebut diharapkan dapat membuka peluang pengembangan program yang relevan dengan kebutuhan industri serta mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa.

Melalui audiensi ini, FEBI UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu berharap dapat memperkuat hubungan dengan Asosiasi AI Indonesia dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen fakultas untuk mempersiapkan lulusan yang inovatif, profesional, dan mampu menghadapi tantangan dunia kerja di era kecerdasan buatan.