
Tulungagung — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu terus memperkuat jejaring kerja sama dalam pengembangan ekonomi sirkular, kewirausahaan, dan pariwisata berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama lembaga nasional dan internasional.
Kegiatan yang berlangsung di Tulungagung, , Rabu (9/9/26) dihadiri oleh Wakil Dekan I FEBI UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Herlina Yustaty, M.Ak. Kehadiran pimpinan fakultas ini menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dengan berbagai pihak dalam mendorong pengembangan ekonomi yang inovatif dan berkelanjutan.
Penandatanganan PKS melibatkan jejaring Circular Ecocomics, FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung, Kampung Cokelat, serta Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI).
Kerja sama tersebut diarahkan pada penguatan kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan ekonomi kreatif, ekonomi sirkular, kewirausahaan, serta pengembangan desa wisata.
Dalam konteks ekonomi sirkular, kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi yang mengintegrasikan aspek akademik dengan praktik di masyarakat. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan pengetahuan dan inovasi, sementara mitra dapat menjadi ruang implementasi dan pengembangan model ekonomi yang berkelanjutan.
Keterlibatan Kampung Cokelat dan ASIDEWI juga memperluas peluang kerja sama pada sektor pariwisata berbasis masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendorong pengembangan potensi lokal, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan nilai ekonomi dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dr. Herlina Yustaty, M.Ak. dalam kegiatan tersebut yang menandatangani Perjanjian Kerja Sama merupakan bentuk komitmen FEBI UIN FAS Bengkulu dalam memperluas jejaring kemitraan dan mengembangkan program kolaboratif yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika maupun masyarakat.
Melalui kerja sama ini, FEBI UIN FAS Bengkulu diharapkan dapat semakin aktif membangun ekosistem kolaborasi yang menghubungkan akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam mewujudkan pengembangan ekonomi yang inklusif, kreatif, dan berkelanjutan.
