You are currently viewing Jawab Tantangan Isu Global, Mahasiswa FEBI UIN FAS Bengkulu Sumbang Gagasan TIDOBILAK dan Aplikasi ‘SisaRasa’ di Pekan Riset Internasional UIN SUSKA Riau

Jawab Tantangan Isu Global, Mahasiswa FEBI UIN FAS Bengkulu Sumbang Gagasan TIDOBILAK dan Aplikasi ‘SisaRasa’ di Pekan Riset Internasional UIN SUSKA Riau

Kiprah ilmiah bertaraf internasional berhasil ditunjukkan oleh delegasi riset Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Fatmawati Sukarno (UIN FAS) Bengkulu pada ajang bergengsi Pekan Riset Internasional (PRI) UIN SUSKA Riau yang digelar pada 28–31 Oktober 2026.

Menjawab tantangan tema global” Empowering Youth Through Research, Innovation and Collaboration for Sustainable Global Development”, mahasiswa FEBI sukses menyumbangkan pemikiran kritis mereka lewat dua karya ilmiah inovatif, TIDOBILAK dan SisaRasa, yang berorientasi pada solusi kelestarian lingkungan bumi.

Ajang internasional ini menjadi pembuktian bahwa gagasan akademis mahasiswa FEBI mampu bersaing dalam merespons isu-isu Sustainable Development Goals (SDGs).

TIDOBILAK: Solusi Tinta Spidol Organik dari Limbah Biji Salak
Kontribusi riset pertama datang dari tim Ar-Rasyidah Innovator yang digawangi oleh Nidia Albarida, Alda Andira Safitri (Prodi Ekonomi Syariah) dan Fatima Gena Azzarah (Mhs PAI FTT) yang sukses merebut Silver Medal (Medali Perak) Lomba Essay Internasional. Prestasi gemilang ini diraih setelah bersaing ketat dengan 51 tim dari 27 Perguruan Tinggi se-Indonesia yang terjun di kategori tersebut.

Kolaborasi apik ini mempertemukan perspektif Program Studi Ekonomi Syariah FEBI dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) FTT guna membuktikan bahwa nilai-nilai pendidikan Islam dan ekonomi syariah dapat berjalan selaras dalam menjaga ekosistem bumi.

Lewat karya berjudul “TIDOBILAK: Driving Circular Economy and Transparent Eco-Education Via Salacca-Net Platform”, mereka menghadirkan solusi atas bahaya kesehatan di ruang kelas. Tim ini memaparkan fakta medis bahwa tinta spidol sintetis di pasaran melepaskan senyawa karsinogenik berbahaya (BTEX). Sebagai solusinya, mereka melakukan rekayasa manufaktur hijau (green manufacturing) dengan mengubah limbah keras biji salak (Salacca zalacca) melalui proses pirolisis pada suhu 300°C–400°C menjadi karbon aktif berukuran mikro sebagai pigmen hitam alami.

Tinta organik ini dilarutkan dalam pelarut berbasis air (water-based) dan pengikat alami arabic gum dari pohon Acacia senegal. Hasil pengujian laboratorium membuktikan formula TIDOBILAK sepenuhnya memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 06-1567-1999) dengan tingkat keasaman netral (pH 7.0–7.4) dan bebas emisi kimia berbahaya.

Inovasi hulu-hilir ini diintegrasikan dengan aplikasi “Salacca-Net” yang menggunakan sistem poin digital terintegrasi payment gateway untuk memberdayakan UMKM pengolah salak sebagai pemasok limbah.

SisaRasa: Aplikasi FoodTech Penyelamat Pangan Berbasis Pasar Dua Sisi

Tak kalah inovatif, Tim BPC_B For Bismillah yang beranggotakan Hasta Tiara, Amelia Lupika Amanda, dan Ghina Zakiyah Qonitah sukses mengamankan posisi Juara Harapan 2 dalam kategori Business Plan Competition Internasional. Pada kategori ini, mereka berhasil unjuk gigi di antara 9 tim dari 5 Perguruan Tinggi se-Indonesia melalui draf akademis bisnis masa depan bertajuk SisaRasa: Aplikasi FoodTech Marketplace Dua Sisi untuk Penyelamatan Makanan Layak Konsumsi di Ekosistem Kampus.

Gagasan ini lahir dari keprihatinan tim terhadap tingginya volume limbah pangan (food waste) di area sekitar kampus. Melalui aplikasi mobile SisaRasa, pelaku UMKM kuliner dapat memposting sisa stok makanan harian mereka yang tidak habis terjual namun masih dalam kondisi sangat layak, higienis, dan halal.

Makanan tersebut dikemas ke dalam paket khusus bernama “Rescue Bag” dan dijual kepada mahasiswa menjelang jam tutup operasional dengan diskon miring sebesar 30% hingga 70% dari harga normal.
Inovasi ini dinilai juri internasional sebagai solusi cerdas pasar dua sisi (two-sided marketplace) yang sukses membantu UMKM mikro terhindar dari kerugian total sekaligus menyokong daya beli mahasiswa terhadap pangan bergizi.

Implementasi aplikasi super-lokal ini diproyeksikan mampu menyelamatkan hingga lebih dari 10 ton makanan per tahun agar tidak berakhir di tempat pembuangan sampah.

Dosen Pendamping sekaligus Pembina KSEI SEM-C, Khairiah Elwardah, M.Ag., yang mengawal langsung delegasi ini menegaskan bahwa gagasan-gagasan yang dilahirkan mahasiswa ini memiliki nilai aplikatif yang tinggi. “Aplikasi SisaRasa dan produk TIDOBILAK bukan sekadar tulisan untuk kompetisi, melainkan sebuah manifestasi nyata dari peran pemuda Islam dalam menawarkan solusi konkret terhadap krisis lingkungan global.

Kajian ini harus terus didukung pengembangannya agar ke depan bisa diuji coba pada skala yang lebih luas,” ujarnya. Melalui sumbangsih pemikiran di kancah internasional ini, FEBI UIN FAS Bengkulu kembali mempertegas komitmennya dalam mendukung iklim riset mahasiswa yang berwawasan global, transformatif, dan berdampak nyata bagi dunia.